Minggu, 27 Maret 2011

FOTO FENOMENA GHAIB ROH SEJATI & KHODAM QORIN

FOTO FENOMENA GHAIB ROH SEJATI & KHODAM QORIN:

Maksud saya dengan mengirimkan foto dan sedikit uraian tentang apa yang ada di dalam foto tersebut hanya ingin memberikan penjelasan yang selama ini banyak orang tidak paham atau awam dengan roh sejati dan khodam. Bahkan sampai ada yang salah kaprah bahwa orang yang bisa lihat roh sejati dan khodam itu musyrik, sehingga dengan foto tersebut akan terlihat jelas bahwa itu pendapat yang tidak benar.

Peristiwa yang ada di gambarkan dalam foto tersebut sebenarnya bukan Kisah Legenda tentang Nyi Mas Ratu Dewi Roro Kidul, gambar/foto tersebut bukan hasil rekayasa karena foto ini diambil dilokasi Pantai Karang Hawu (Pelabuhan Ratu) daerah Sukabumi oleh Kordinator Karang Hawu yang bernama R.Mian Wijaya orang banyak mengenal dengan panggilan 'Bocah Angon'

Kenapa di bilang bukan Kanjeng Ratu Penguasa Pantai Selatan jika diperhatikan secara jelas dan lebih teliti akan terlihat perbedaan dalam hal pakaian sangat jelas sekali itu model pakaian pesta jaman sekarang, dari rambut tidak panjang terurai seperti yang ada pada Kanjeng Ratu, yang sama hanya perhiasan dipergelangan tangan serta dileher yang menandakan keturunan putri kerajaan. Foto tersebut adalah Seorang Putri lalu Putri siapakah beliau ini?

Wajahnya sama dengan seorang anak manusia yang hidupnya selalu di hina oleh teman-temannya bahkan oleh keluarganya sendiri hanya karena ingin tahu jati dirinya yang tiada lain tiada bukan ingin tahu seperti apa Roh Sejatinya. Untuk orang biasa roh sejatinya akan persis seperti lahiriahnya, tapi karena ini ada titisan dari Putrinya Kanjeng Ratu yang bersuamikan Eyang Prabu Siliwangi maka bisa dilihat dalam foto tersebut berpenampilan seorang Putri Raja.

Seperti sudah kita ketahui bahwa Kanjeng Ratu itu bersuamikan dengan seluruh Raja di Pulau Jawa.

Foto ini di ambil dari Kamera Polaroid Langsung Jadi sehingga tidak ada klise negatifnya. Yang saya lampirkan di sini hanyalah duplikatnya dari foto yang asli.

Pengambilan Foto tersebut pada Malam Jum'at Kliwon bertepatan pada tanggal 17 Maret 2011.

Lalu siapakah anak manusia yang mendapatkan Ridho Lillahita'ala tersebut?

Saya akan beritahukan beliau bernama Rosdiana Siti Syaripah, tadinya saya ingin rahasiakan karena saya takut di bilang ujub tapi saya harus sampaikan kebenaran dan makna dari foto tersebut kepada Seluruh Rakyat Indonesia agar semua Taubat dan kembali ke jalan Allah SWT sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Untuk agama Islam janganlah kita fanatik karena ini Negara Indonesia bukan Arab. Supaya tidak ada perpecahan antar agama.

Dimata Allah SWT semua umat manusia itu sama tidak ada bedanya yang membedakan hanyalah amal dan ibadah orang tersebut yang jadi bekal di kehidupan abadi (Akhirat). Dari dulu negara kita terkenal dengan beraneka ragam agama serta suku bangsa tapi kita tetap satu bangsa dan satu bahasa.

Seperti semboyan 'BHINEKA TUNGGAL IKA' itulah Negara INDONESIA.

Apakah makna dari Foto Fenomena Ghaib Roh Sejati dan Khodam Qorin yang kali ini sempat diabadikan, 'Janganlah Pernah Menilai Ibadah Seseorang karena hanya Allah SWT yang menentukan diterima atau tidaknya setiap ibadah kita' yakinlah Allah SWT itu ada.

Mengapa saya berani katakan demikian? Perhatikan di foto tersebut dari Tangan Putri Keluar Jaring itu adalah Ridho dari Allah SWT sehingga ibadah & taubat saya diterima dengan dipercaya untuk bisa menjaring orang-orang dzalim.

Lalu kriteria Dzalim itu seperti apa? Yang sudah Tidak Menegakkan Keadilan dan yang Tidak Amanah (selalu ingkar janji).

Jika banyak yang mempermainkan hukum padahal mereka di sumpah dengan nama Allah SWT jika berpikiran Allah SWT tidak akan tahu itu salah sebab mulai munculnya foto fenomena tersebut tidak akan ada lagi Hukum bisa dibeli. Agar Keadilan bisa ditegakkan sesuai dengan keinginan Allah SWT.

Untuk yang melalaikan Amanah Rakyat juga akan sama, coba-coba tidak amanah, tugas dari Putri tersebut untuk menjaring biar Allah SWT yang memutuskan masih layak dan pantaskah untuk ada di dunia ini.

Itu pesan yang tersirat dari Foto Fenomena tentang Roh Sejati dan Khodam Qorin.

Saya sudah mengingatkan kepada yang berkepentingan dengan negara ini tapi sayang tidak dianggap, sehingga akhirnya atas kehendak Allah SWT 'Foto ini bisa diabadikan' agar jangan pernah meremehkan Kuasa dan Takdir Illahi.

Disini juga akan saya uraikan sedikit apa itu khodam yang diambil dari catatan/keterangan Ki Raga Sukma Sajati serta Buah Fikiran dan Ilham oleh Abuya Ashari Muhammad at Tamimi.

Sehingga harapan saya agar semua jadi mengerti apa itu Roh Sejati dan Khodam serta hal yang terpenting Pesan dari Foto tersebut mnegajak kita semua ke jalan Kebenaran di mata Allah SWT tentu berdasarkan keyakinan masing-masing.

Khodam (Pembantu dari Dimensi Gaib)

Kemampuan yang dimiliki oleh orang yang melakukan olah batin seperti puasa, bertapa, semedi, membaca mantra atau wirid amalan tertentu sebetulnya adalah dari Khodam. Disadari ataupun tidak, setiap olah batin yang dilakukan manusia selalu menimbulkan energi-energi yang memiliki kesadaran/kecerdasan sendiri. Inilah peran dari khodam. Mereka diciptakan Tuhan sebagai perantara yang membawa kekuatan supranatural bagi orang-orang yang dikehendaki.

Sebagian orang beranggapan bahwa memiliki khodam (atau ilmu spiritual yang ada khodamnya) adalah sebuah kesyirikan atau dosa besar.

Bagi kami, pendapat ini adalah pendapat yang “membabi buta” karena pengertian khodam sangat luas. Sedangkan khodam sendiri terdiri dari berbagai jenis yang tidak bisa disamakan. Berikut ini pembahasan panjang mengenai khodam. Selamat membaca….

Istilah “khodam” berasal dari bahasa arab yang berarti pembantu, penjaga atau pengawal yang selalu mengikuti. Dalam bahasa arab pembantu rumah tangga, sopir, tukang kebun dan satpam juga bisa disebut sebagai khodam. Namun dalam konteks ilmu spiritual, istilah “khodam” digunakan khusus untuk menyebut makhluk gaib yang mengikuti pemilik ilmu spiritual atau yang mendiami suatu benda pusaka. Dalam konsep spiritual jawa, khodam disebut sebagai “prewangan” yang artinya adalah orang yang membantu.

Khodam dalam konsep mistik islam dan jawa diyakini sebagai “jiwa” suatu ilmu. Khodam memberi energi pada pemilik ilmu sehingga bisa melakukan hal-hal diluar kewajaran. Tentu saja ada khodam yang minta imbalan ada pula yang “gratis” karena khodam ini datang karena kehendak Allah, bukan “dipaksakan” oleh manusia. Yang dimaksud “dipaksakan” adalah khodam ini datang karena seseorang melakukan ritual pemanggilan yang ditujukan untuk meminta tolong kepada khodam dari golongan jin.

Mengenai siapakah sebernarnya khodam, para spiritualist berpendapat berbeda-beda. Kelompok pertama mengatakan khodam adalah jenis makhluk tertentu yang khusus diciptakan Tuhan sebagai “pembawa” kekuatan bagi para pemilik ilmu dan benda pusaka.

Kelompok ini tidak punya dalil yang kuat untuk mendukung pendapatnya, jadi pendapat ini boleh kita abaikan.

Kelompok kedua berpendapat bahwa khodam hanyalah sebutan atau julukan bagi Jin, Qorin dan Malaikat yang membantu manusia.

Seperti istilah “setan” yang sebetulnya bukanlah jenis mahluk, melainkan hanya julukan bagi jin atau manusia yang suka berbuat kejahatan.

Dalam kitab Al-Quran pun diterangkan bahwa Tuhan hanya menciptakan hambanya yang berakal dalam tiga bentuk saja, yaitu: Malaikat, Manusia dan Jin.

Mengapa Khodam membantu manusia?

Karena khodam terdiri dari tiga jenis makhluk yaitu Jin, Qorin dan Malaikat, maka alasan mereka bersedia membantu manusia juga berbeda-beda.

1. Khodam Jin

Perlu Anda ketahui bahwa kehidupan sosial jin sama seperti manusia. Mereka terdiri dari bermacam-macam ras dan kelompok yang sangat kompleks.

Setiap jin punya sifat dan kebutuhan yang berbeda-beda seperti pada manusia. Begitu pula dalam dalam membantu manusia, mereka punya alasan yang berbeda-beda. Namun secara garis besar, ada 5 alasan mengapa jin mau membantu manusia.

a.Ingin menyesatkan manusia. Kelompok jin ini adalah tentara ilbis yang ditugaskan untuk membantu para tukang sihir

dan penganut ilmu hitam.

Kelompok jin ini adalah tentara ilbis yang ditugaskan untuk membantu para tukang sihir dan penganut ilmu hitam.

Orang yang ingin memiliki khodam jenis ini harus melakukan perbuatan atau ritual yang melanggar aturan Tuhan.

Misalnya untuk medapatkan ilmu sihir mereka harus menyediakan sesaji, makan darah, membunuh, melakukan dosa

besar dan sebagainya.

Jin jenis ini sangat senang jika manusia yang didampinginya jauh dari agama.

Bukan hanya penganut ilmu hitam saja yang dibantu oleh jin tentara iblis ini.

Para penganut thariqoh (orang yang menapaki jalan spiritual menuju Tuhan) dan orang soleh yang kurang waspada

pun disesatkan oleh jin golongan ini.

Awalnya jin mengaku sebagai guru spiritual yang sudah meninggal atau malaikat yang akan membimbingnya dan

membantu segala usahanya.

Seketika seorang ahli thariqoh pun memiliki banyak “kesaktian”. Namun perlahan-lahan jin cerdas ini memperdaya ahli

thariqoh hingga dia melanggar aturan agama.

b.Ingin mendapat keuntungan dari manusia. Khodam Jin jenis ini selalu meminta imbalan dalam bentuk sesaji, persembah-

an, korban, bahkan ada yang mengadakan perjanjian, jika sudah sampai waktu yang ditentukan pemilik ilmu bersedia

menjadi budak/pengikut di alam jin. Orang yang menjadi budak jin, meniggalkan jasadnya, kemudian jiwanya dibawa

ke alam jin. Sehingga dia tampak mati bagi orang awam, padahal dia sebetulnya belum mati.

Nanti ketika sudah sampai batas usianya, malaikat maut baru menjemputnya untuk dihadapkan kepada Tuhan.

Oleh karena itu jangan pernah berniat untuk mendapatkan pesugihan atau “harta gaib” yang datang tiba-tiba dengan

bantuan jin.

Keadaan ini sesuai dengan Al-Quran surah Al-Jin ayat 6, yang terjemahnya: Dan bahwasanya ada beberapa orang

laki-laki di antara manusia

meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan

kesalahan.

c.Karena mencintai manusia. Kadang kami menemui ada jin yang mengikuti manusia dengan alasan cinta.

Cinta yang kami maksud adalah seperti cinta pria kepada wanita. Umumnya jin yang seperti ini selalu berusaha

membantu manusia yang dicintainya,

sekaligus mengganggu.

Bentuk bantuannya bisa berupa kemampuan mengobati, perlindungan dari kejahatan, kemampuan mengetahui rahasia

orang dan sebagainya.

Sedangkan gangguannya biasanya berupa: merasa diikuti seseorang, sulit mencintai, hubungan cinta selalu gagal,

kesurupan/kerasukan dan

sering mimpi bersetubuh. Bahkan kadang ada jin yang datang dalam wujud manusia untuk menyetubuhi manusia dalam

keadaan sadar.

d.Persahabatan. Bagi sebagian orang yang memiliki ilmu spiritual tertentu, bersahabat dengan jin bukanlah hal mustahil.

Idealnya hubungan persahabatan adalah saling membantu dan berbagi. Namun kenyataannya hubungan

persahabatan dengan jin bisa menguntungkan atau

merugikan Anda, bahkan kadang juga menyesatkan Anda. hal ini sama jika kita bersahabat dengan sesama manusia.

Jika sahabat kita adalah orang baik, maka kita pun terbawa menjadi baik. Tapi jika kita berteman dengan penjahat,

maka kita pun bisa dirugikan atau malah bergabung menjadi penjahat. Semua itu tergantung sifat dan kepribadian

Anda.

e.Karena mengagumi kepribadian manusia. Orang-orang saleh yang selalu berbuat kebajikan menjadikan kelompok Jin

Muslim kagum.

Kaum jin ini mengikuti orang saleh untuk meniru kebaikannya, mendengarkan ceramah yang disampaikannya, dan

menjadi makmum ketika orang saleh

untuk meniru kebaikannya, mendengarkan ceramah yang disampaikannya, dan menjadi makmum ketika orang saleh

tersebut melakukan ibadah.

Disadari ataupun tidak, kelompok jin ini menjadikan orang saleh sebagai guru spiritualnya. Mereka juga berusaha untuk

membantu, melindungi dan berdoa untuk guru spiritualnya itu. tidak ada keburukan yang disebabkan oleh jin-jin ini.

2. Khodam Sejenis Qorin

Sejak seorang manusia lahir, maka tercipatalah pula satu Qorin yang mengikutinya sampai kahir hayat. Namun yang kami bahas disini bukanlah Qorin yang mengikutinya sampai kahir hayat. Namun yang kami bahas disini bukanlah Qorin yang mengikuti manusia lahir itu, melainkan Khodam Qorin yang didapat karena olah spiritual tertentu. Jumlahnya pun tak hanya satu, seorang manusia yang memiliki ilmu spiritual bisa saja diikuti puluhan, ratusan atau ribuan Qorin.

Qorin sebetulnya adalah golongan jin. Qorin lahir dari ayah dan ibu jin biasa, namun dengan kekuasaan Allah dia melahirkan Qorin yang memiliki sifat khusus.

Sifat khusus yang dimaksud adalah tidak memiliki jenis kelamin (tapi bukan banci), sifat pasif dan tidak memiliki nafsu seksual.

Qorin tidak bisa mempengaruhi pikiran manusia dan tidak bisa menampakan diri karena meterinya lebih halus dibanding jin biasa.

Qorin hanya bisa dilihat dengan mata batin. Penampilannya pun dalam bentuk yang indah dan sopan.

Umumnya Qorin tampil dalam bentuk laki-laki berpakaian serba putih dengan wajah yang tampan.

Khodam dari jenis Qorin mengikuti pemilik ilmu spiritual aliran putih dan tentunya Qorin datang atas kehendak Tuhan. Yang kami maksud Ilmu Spiritual Aliran Putih adalah aliran yang meyakini bahwa semua kekuatan spiritual sejatinya bersumber dari Tuhan. Penganut aliran putih tidak meminta kecuali hanya kepada Tuhan.

Khodam jenis ini tidak meminta imbalan dalam bentuk apapun. Kalangan spiritualist yakin, ikutnya Qorin sebagai khodam manusia bisa diusahakan dengan olah spiritual seperti puasa, meditasi, membaca doa atau mantra. Sedangkan di MSC, ikutnya Qorin bisa dipersingkat dengan metaresonansi.

Murid MSC yang belajar Ilmu Khodam juga bisa mendapat “pembantu” dari jenis Qorin.

Sebagian spiritualist yang waskita ada yang menyebut Jin Qorin sebagai “Jin Batin” karena memang sifatnya yang lebih halus dari Jin pada umumnya.

Jin biasa lebih mudah untuk dilihat, meskipun tinggkat kepekaan indra ke-enam orang yang melihat masih dasar.

Namun untuk bisa melihat Jin Qorin dibutuhkan kepekaan indra keenam yang lebih tinggi, dikarenakan dia berada di dimensi yang lebih halus.

Dalam keyakinan mistik jawa-islam, ada juga konsep untuk menghadirkan kekuatan khodam wali, khodam nabi dan sebagainya.

Nah sebetulnya yang dimaksud khodam wali atau nabi, bukanlah roh dari wali dan nabi itu hadir dan membantu Anda.

Ketika kita menghadirkan khodam wali atau nabi, yang hadir adalah salah satu atau beberapa Qorin yang pernah menjadi khodam (baca: mengikuti) wali/nabi tersebut.

3. Khodam Malaikat

Adanya khodam dari kalangan Malaikat tertuang dalam ayat berikut: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada

pelindung bagi mereka selain Dia. (Quran surat Ar-Ra’d ayat 11).

Mengenai Khodam dari golongan Malaikat, kami tidak bisa menerangkannya lebih jauh, karena mata manusia (sekalipun memiliki mata batin) akan sangat sulit mengamati malaikat. Hanya orang-orang khusus yang dikehendaki Tuhan-lah yang memahami seperti apa sebetulnya wujud perlindungan malaikat itu

Meskipun mata tidak bisa melihat, tapi kami yakin bahwa perlindungan malaikat selalu ada menyertai orang yang selalu berusaha untuk kebaikan.

Khodam malaikat inilah yang menjadi pelindung pemilik Ilmu Maha Spiritual.

Benarkah ada Malaikat yang bisa dijadikan Khodam?

Menurut para spiritualist, memang ada orang yang benar-benar dikawal oleh malaikat pelindung kemanapun dia pergi.

Namun orang seperti ini sangat langka dan itu pun terjadi bukan karena dia belajar ilmu spiritual tertentu, melainkan itulah karomah dari Allah yang diberikan sebagai hadiah kesolehan dan keihlasannya. Orang yang dikawal malaikat bisa jadi tidak menyadari karena dia tidak pernah memohon kehadiran malaikat itu.

Tentu konsep karromah ini berbeda dengan konsep olah spiritual yang mana kita melakukan olah spiritual memang dengan tujuan mendatangkan kekuatan spiritual.

Sebetulnya -dengan pengamatan mata batin yang teliti- kami hanya bisa mengamati bahwa hanya wujud Energi dari Malaikat saja yang mengikuti pemilik Ilmu Spiritual Tingkat Tinggi. Malaikat secara pribadi tidak bersanding dengan manusia biasa. Mengingat malaikat adalah mahluk suci, sedangkan manusia biasa seperti kita umumnya masih sering berbuat dosa kecil, bahkan kadang karena kelalaian, dosa besar pun kita lakukan.

Jadi jika dikatakan Anda telah memiliki khodam malaikat, belum tentu berarti secara harfiah Anda diikuti oleh malaikat langsung, yang mengikuti Anda hanyalah energi dari malaikat. Namun tidak tertutup kemungkinan jika ada orang yang diikuti Malaikat secara pribadi, karena kedatangan Malaikat sebagai pembantu manusia adalah kehendak Tuhan.

Dosakah jika saya punya khodam ?

Seperti Anda ketahui, khodam terdiri dari 3 jenis yang memiliki sifat berbeda. Proses datangnya khodam pun berbeda-beda.

Jadi dosa atau tidak jika Anda memilki khodam sangat tergantung proses datangnya khodam itu sendiri.

Jika khodam tersebut dari golongan malaikat dan qorin, maka tidak ada alasan untuk memvonis Anda dosa.

Karena sesungguhnya kehadiran malaikat dan qorin atas kehendak Tuhan.

Jika jin mengikuti Anda karena jin tersebut cinta atau mengagumi, maka Anda pun tidak bisa dianggap berdosa, karena kedatangan jin tersebut bukan atas keinginan Anda.

Namun jika khodam jin membantu karena Anda mengerjakan sihir, belajar ilmu hitam atau mengadakan perjanjian dengan jin, maka itu sudah pasti dosa. Memiliki khodam, selama ditempuh dengan cara yang benar, bukanlah suatu kemusyrikan, dan bukan berarti kita meyakini bahwa Tuhan tidak mampu menolong

manusia secara langsung. Sudah menjadi aturan Tuhan, bahwa Tuhan memenuhi kebutuhan makhluknya – termasuk dalam memberi pertolongan – selalu melibatkan makhluk ciptaanya.

Sebagai contoh kita semua yakin malaikat Raqib dan Atib yang bertugas mencatat setiap amal baik-buruk manusia.

Mereka diyakini berada di bahu kanan dan kiri setiap manusia*. Dengan adanya malaikat ini, bukan berarti kita meyakini Allah kurang kekuasaannya atau Tuhan repot mengurus manusia, sehingga menciptakan malaikat sebagai pembantu untuk meringankan tugas Tuhan. Adanya malaikat dengan tugas-tugas tertentu adalah hukum Allah dan manusia hanya bisa menerima kenyataan itu.

Mungkin hanya itu yang bisa saya jelaskan tentang hakikat KHODAM PENDAMPING.

Nama dan Bentuk Roh

Di sini kita akan membincangkan tentang ruhul amri (hati) yakni perbahasan secara terhurai dan terperinci tentang perjalanan ruhul tamyiz atau ruhul amri atau qalbun (hati). Iaitu roh yang membezakan antara manusia, jin dan malaikat dengan haiwan.

Setelah dikaji dalam kitab-kitab Islam, didapati ada bermacam-macam nama atau istilah roh yang diberi oleh ulama. Bahkan dalam Al Quran kalau kita lihat ada bermacam-macam nama. Antara yang terkenal ialah roh. Adakalanya ia dipanggil dengan qalbun ( ) - hati, fuaadun ( ) - hati sanubari, latifatur-rabbaniah ( ) atau ruhul amri ( ). Pada orang Melayu ia juga dipanggil hati, nyawa, hati nurani atau hati sanubari. Tetapi yang terkenalnya adalah roh saja.

Roh yang sedang kita perkatakan ini, kalau dia berperasaan seperti sedih, gembira, senang, terhibur, marah atau sebagainya, maka ia dipanggil dengan roh atau hati atau nyawa. Tetapi waktu ia berkehendak, berkemahuan atau merangsang sama ada sesuatu yang berkehendak itu positif atau negatif, baik atau buruk,

yang dibenarkan atau tidak, yang halal ataupun yang haram, di waktu itu ia tidak dipanggil roh, hati atau nyawa lagi. Tetapi ia dipanggil nafsu.

Kalau di waktu ia berfikir, mengkaji, menilai, memerhati dan menyelidik, maka ia dipanggil akal.

Kalau begitu huraiannya, maka nafsu, roh atau akal ini hakikatnya adalah satu. Ia dipanggil akal di waktu ia berfikir, mengkaji, menilai, memerhati dan menyelidik.

Walhal bila berperasaan, ia tidak dipanggil akal lagi, sebaliknya ia dipanggil roh atau hati atau nyawa. Tetapi waktu ia berkehendak, berkemahuan atau merangsang sama ada sesuatu yang berkehendak itu positif atau negatif, baik atau buruk, yang dibenarkan atau tidak, yang halal ataupun yang haram, di waktu itu ia dipanggil nafsu.

Kalau begitu walaupun ia mempunyai tiga nama atau tiga istilah tetapi hakikatnya adalah satu. Benda yang sama juga. Cuma peranannya saja yang tidak sama.

Peranan yang tidak sama itulah yang menjadikan namanya tidak sama atau namanya berlainan.

Untuk mudah difahami begini kiasannya: manusia bila dia berbohong dinamakan pembohong. Bila dia menipu dinamakan penipu. Tetapi bila dia mencuri dinamakan pencuri. Bila dia memimpin dipanggil pemimpin. Dinamakan pembohong, penipu, pencuri dan pemimpin, hakikatnya adalah orang yang sama.

Cuma namanya berbeda bila peranannya bertukar. Kenapa fizikal yang sama boleh timbul istilah yang berlainan?

Ini kerana peranannya tidak sama. Apakah bila namanya berlainan, orangnya berlainan? Tidak! Orang yang sama juga.

Perlu diingat, bila kita membicarakan tentang roh ini, bukannya pula kita hendak mengkaji hakikat roh atau mengkaji ain ataupun mengkaji hakikat zat roh itu.

Kerana zat atau hakikat roh itu tidak akan dapat dilihat oleh mata kepala. Kerana ia adalah jismullatif ( ), yakni benda halus yang bersifat maknawiah atau abstrak.

Yaitu tidak dapat dilihat oleh mata kepala tetapi terasa akan adanya. Inilah yang dimaksudkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:


Maksudnya: “Mereka bertanya kepada engkau wahai Muhammad tentang roh. Hendaklah engkau katakan kepada mereka,

‘Roh itu adalah urusan daripada Tuhanku’...” (Al Israk: 85)


Daripada ayat ini dapatlah kita faham bahawa hakikat roh itu tidak akan dapat dijangkau oleh mata kepala. Zat roh itu tidak akan dapat difikirkan oleh akal.

Kita tidak tahu bagaimana rupanya. Sebab tidak dapat dilihat oleh mata kepala. Tetapi terasa oleh hati akan adanya.

Maka oleh yang demikian, hakikat roh itu tidak dapat difikirkan oleh akal bagaimana rupanya, bagaimana bentuknya, berapa tebal atau panjangnya.

Ia tidak dapat dibayangkan. Hanya Allah yang tahu dan tidak ada makhluk yang tahu.

Walaupun Allah berkata hakikat roh atau zat roh tidak dapat diketahui dan tidak dapat dijangkau oleh akal dan mata kepala, namun ada juga ulama-ulama yang berijtihad tentangnya. Antaranya ialah Imam Malik. Beliau pernah berkata: “Roh manusia itu sama saja bentuknya dengan jasad lahirnya.”

Kalau diambil ijtihad Imam Malik itu, artinya rupa roh kita ialah macam rupa bentuk badan lahir kita. Ini juga memberi arti bahawa walaupun Allah berkata roh itu adalah urusan-Nya, yaitu hakikat roh itu Allah saja yang tahu dan makhluk lain tidak mengetahuinya, tetapi tidak pula ada larangan dari Allah kalau ada sesiapa yang ingin berijtihad untuk mengkajinya.

Bagi sesetengah orang, mungkin Allah beri ilmu yang men25 dalam tentang hal ini sehingga dia dapat menjangkaunya.

Oleh itu maksud ayat Al Quran yang menyatakan ‘roh itu adalah urusan Tuhanku’, Allah bermaksud kebanyakan manusia tidak dapat mengetahuinya tetapi tidak pula menolak kalau ada orang-orang yang tertentu secara khusus yang Allah beri ilmu tentang hakikat roh ini sehingga dapat menghuraikannya.

Mengikut pendapat saya boleh jadi juga Imam Malik memperkatakan hakikat roh ini bukan berdasarkan ijtihadnya saja tetapi juga berdasarkan kasyaf.

Kalau berdasarkan ijtihad tidak mungkin akal beliau dapat menjangkaunya kerana roh itu jismullatif (tubuh halus). Ia adalah hati nurani yang bersifat maknawiah.

Diibaratkan seperti cahaya. Bahkan cahaya, dapat juga dilihat tetapi cahaya yang ini tidak dapat dilihat atau ia jenis cahaya yang tersembunyi.

Bagaimana pula hendak diijtihadkan? Ijtihad itu dibuat pada benda-benda yang berketul atau benda yang dapat dilihat. Benda-benda yang boleh diraba dan dirasa.

Tetapi roh, benda yang tidak boleh diraba, tidak boleh dirasa dan tidak boleh dilihat oleh mata kepala. Jadi bagaimana hendak diijtihadkan.

Begitulah pandangan saya. Wallahu ‘alam.

Oleh karena itu atas dasar apakah roh seseorang itu seperti rupa bentuk lahirnya sebagaimana pendapat Imam Malik itu?

Saya berpendapat Allah beri dia (Imam Malik) kasyaf. Allah perlihatkan roh itu. Roh yang jismullatif itu dibentukkan, dilihatkan macam rupa diri seseorang itu.

Kalau begitu apa yang dimaksudkan oleh Al Quran bahawa tidak ada orang yang mengetahui hakikat roh itu melainkan Allah saja, itu adalah untuk orang awam.

Manakala bagi orang yang khusus macam Imam Malik mungkin Allah beritahu padanya sebagai karamahnya.

Pendapat Imam Malik ini agak munasabah, boleh diterima dan agak rasional. Contohnya kita bermimpi melihat seseorang yang kita tidak pernah jumpa atau dengan orang yang pernah kita jumpa sama ada yang masih hidup mahupun sudah mati. Apa yang kita lihat dalam mimpi itu serupa dengan bentuk lahir orang itu.

Sedangkan orang yang kita lihat dalam mimpi itu rohnya bukan orangnya. Mungkin waktu itu orang tersebut berada di rumah atau telah berada di alam Barzakh.

Jadi di waktu itu dia adalah roh. Roh bertemu dengan roh. Tetapi mengapa dalam mimpi kita roh orang itu serupa dengan dirinya?

Sedangkan bukan berjumpa jasadnya tetapi rohnya. Ini membuktikan roh orang itu macam jasadnya juga. Jadi benarlah apa yang diijtihadkan oleh Imam Malik itu.

Begitu juga orang yang diyakazahkan melihat secara jaga orang yang sudah meninggal dunia. Contohnya melihat Rasulullah, melihat para ulama zaman dahulu atau sesiapa sahaja yang dia kenal. Dia melihat Rasulullah betul-betul macam Rasulullah. Atau dia melihat gurunya benar-benar macam gurunya, melihat ibu dan ayahnya serupa macam ibu dan ayahnya, tidak ada cacatnya. Sedangkan mereka sudah mati. Waktu itu yang dilihat adalah rohnya.

Ini juga membuktikan benarnya pendapat Imam Malik yang mana roh seseorang itu serupa dengan diri lahirnya.

Contoh lain, Rasulullah SAW sewaktu diisrak dan dimikrajkan telah ditemukan dengan roh para rasul dan para nabi.

Rasulullah SAW lihat mereka sepertimana melihat jasad-jasad mereka. Ini juga merupakan bukti yang rasional bahawa roh seseorang itu sama rupanya dengan bentuk jasadnya.

Boleh jadi juga ayat Al Quran di atas itu bermaksud bahwa ayat itu khusus ditujukan kepada orang-orang kafir.

Yakni mereka ini memang tidak memahami tentang perjalanan roh dan fungsinya.

Allah SWT memberitahu kepada kekasih-Nya, Rasulullah SAW bahawa mereka tidak akan faham tentang hal ini.

Kekufuran mereka itulah yang menghijabnya sepertimana huraian saya yang panjang lebar tentang hal ini.

Dikeranakan itulah menjadi penyebab mereka langsung tidak memahaminya.

Allah SWT tidak meminta Rasulullah SAW bersusah payah untuk pergi memahamkan orang-orang kafir itu tentang hal roh ini.

Lantaran itulah dikatakan roh itu urusan Allah. Ini bukan pula bermaksud umat Islam pun turut sama dilarang mengkaji tentang roh. Bahkan umat Islam mesti memahaminya sungguh-sungguh tentang perjalanan roh ini. Kalau tidak bagaimana pula hendak membaiki diri?

Atau bagaimana hendak mengekalkan watak-watak kemanusiaannya dan bukan watak kebinatangannya.

Untuk ini kita wajib memahaminya serta menghayati watak- watak kemanusiaan itu. Hati manusia berbeda dengan hati hewan.

Karena hati manusia boleh menerima perintah suruh dan perintah larangan. Karena itulah ia disebut ruhul amri. Manakala hati hewan tidak bersifat demikian, maka ia disebut ruhul hayah.

Catatan Pribadi oleh 'ROSDIANA SITI SYARIPAH'

FOTO FENOMENA GHAIB "ROH SEJATI & KHODHAM QORIN"